Kunjungi Pula

Selasa, 14 Juli 2015

Bersyukur dan Berbagi Kebahagiaan

       Di sebuah desa tinggal lah sepasang suami istri yang bekerja sebagai petani,, setiap hari mereka bolak balik ngurusin sawah yang menjadi harta satu-satu yang mereka miliki.
Suatu hari hujan turun deras, karena tidak memiliki payung merekapun menggunakan selehai daun pisang sebagai perisai dari hujan tersebut. Ketika di jalan raya mereka melihat sepasang suami istri yang sedang berboncengan menggunakan sepeda motor, lalu istri tersebut berkata “ lihat pak, enak ya kalau kita punya sepeda motor, jadi kita gak usah jalan kaki lagi ”. Lalu sepeda motor tersebut disalip oleh sepasang suami istri yang menggunakan mobil butut, istri yang dibonceng oleh suaminya menggunakan sepeda motor pun berkata “ Lihat yaah, coba kalau kita punya mobil, kita pasti gak akan kehujanan lagi ”. Lalu dari arah yang berlawanan melesat kencang mobil sedan yang masih baru body dan juga mesinnya, istri yang berada di dalam mobil butut itu pun berkata “ Lihatlah paa, coba kalau kita punya mobil bagus, mesinnya masih kuat, di dalamnya ada ac yang dingin pasti kita bisa sampai tujuan dengan cepat, lihat mobil kita jangankan ada ac mesinnya aja sering mogok ” . Mobil sedan tersebut akhirnya melewati sepasang suami istri yang tadi menggunakan sehelai daun pisang yang saat itu terlihat tersenyum sambil bergandengan tangan, orang  yang berada di dalam mobil sedan tersebut pun berkata “ Pasti bahagia suami tersebut, masih punya istri yang setia menemani walaupun serba kekurangan, tapi mereka tetap bisa tersenyum dalam menjalani kerasnya kehidupan ”

Dari cerita singkat diatas, kita bisa mengambil hikmah, bahwasannya kebahagian itu tidak bisa dilihat dari kasat mata, kebahagian itu berada di dalam hati yang hanya orang tersebutlah yang bisa merasakannya, setiap orang memiliki tolak ukur kebahagiannya masing-masing. Tapi alangkah mulianya kalau kita bisa bersyukur dan berbagi kebahagian tersebut dengan yang lainnya J

Firman Allah di dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7, yang artinya :

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sungguh sangat berat/pedih"


Semoga dari cerita dan juga Firman Allah diatas, dapat menjadi pelajaran buat kita agar menjadi pribadi-pribadi yang pandai bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita, dan mulailah berbagi kebahagian dengan yang lainnya J

Senin, 13 Juli 2015

Mancing Maniaa

Liburan masih lumayan panjang, terlalu bosan kalau hanya dihabiskan di dalam rumah bersama laptop kesayangan -__-

Akhirnya ane bersama sodara berniat untuk mancing di sungai belakang rumah,,
namanya “ Aik Sa’rak ”

Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke toko pemancingan untuk membeli alat-alat yang dibutuhkan, seperti tali pancing, mata kail, pemberat dan lain-lain. Setelah alat yang dibutuhkan sudah terbeli, barulah kami mencari bambu yang berguna sebagai stik untuk memancing,, bukannya gak modal tapi mencoba untuk lebih kreatif :D
Setelah semuanya beres, barulah waktunya kami mencari cacing yang berfungsi sebagai umpan atau makan siang yang akan kami bagikan kepada para ikan,, itung2 sedekaah hehehe,, tapi sebelumnya biar gak digigit nyamuk kita pake autan duluu,, ( ini mau mancing apa mau tidur bang  -__- ) maklum dibelakang sarang nyamuk, pada kelaparan minta makan.

Setelah semuanya complitt,, barulah kita pergi ke TeKaPe ( Tempat Kejadian Pemancingan )
acara mancing pun kita mulai,, yeeee . . . 
satu menit, dua menit, tiga menit pun berlalu… belum ada satupun umpan yang dimakan  -___-     sejenak ane berfikir, oohh iyaa sekarang kan lagi bulan Ramadhan, kali aja ikannya pada puasaaa…. Gubraak,, pikiran itupun langsung ane buang jauh-jauh, maklum efek dari perut kosong.
Tak lama kemudian pancingan ane gerak-gerak kayanya ada ikan yang gak puasa niih,, langsung ane tariik,, seet….  Tarik kesana kemari,, Horeeee  dapet ikaaaan,  walaupun kecil tapi lumayanlah mengobati rindu yang selama ini dipendam,,,

Ane bahagia sodara menderitaaa  :D   soalnya sodara ane masih smp, jadi dia yanga ane suruh buat ngurusin tu ikan ,, hohohoho ( ketawa jahat )
Dua jam pun berlalu,, Cuma satu ikan yang berhasil didapat,, apa jangan-jangan mereka juga sekolah, dan di sekolah tersebut mereka belajar untuk membedakan mana umpan dan mana yang bukan, dan mereka juga diajarkan untuk berpuasaa ... -__-
dan ikan yang ane dapet tadi, itu salah satu ikan yang malas sekolah dan juga malas puasa jadinya gak tau yang mana umpan yang mana bukaan ,, #NGACOO’

Tak terasa adzan ashar pun dikumandangkan,, kami pun menyudahi acara mancing mania tersebut,, yang hanya memperoleh satu ikan,, kecil pulaak -__-
tapi karena dinikmati, jadi serasa kaya di acara Mancing Mania trus dapet ikan gede,, sambil bilang
“ Mancing mania… Mantaap “

Senin, 06 Juli 2015

Kota Kenangan

Alhamdulillah akhirnya ane bisa kembali melihat seyuman kedua orang tua dan juga merasakan hangatnya pelukan mereka,, terima kasih ya Allah.

Kemarin tepatnya tanggal 5 Juli kami semua dipersilahkan untuk pulang kerumah dalam rangka berdakwah :D lumayanlah 3 minguu...
dan yang paling merasakan bagitu istimewanya liburan kali ini yaitu ane,, karena ane udah sekitar 1 tahun kagak balik ke rumah tepatnya di kota Manna, Bengkulu Selatan.
Dari asrama kami menggunakan mobil mang ujang dengan muatan sebanyak 11 orang :D mepet-mepet dah di perjalanan,, ehh pas udah di sekitar Tangerang ban belakang pecah -__-
terpaksa kita semua turun sembari nungguin mang ujan ganti ban belakang. Setelah itu gak lama nyampe deeh di bandara Soekarno-Hatta. Rombongan Ramanda dan yang lainya turun di 1B karena mereka naik Lion Air, sedangkan ane ama Iqbal turun di 1C kita naik pesawat Citilink bareng bokapnya Iqbal. Waktu keberangkan kami pukul 12:15 sedangkan mereka 12:50 alhasil yang sampai duluan di bandara Fatmawati adalah Citilink. Tapi ane harus nungguin si pesawat Lion karena ane balik ke Manna nya numpang di mobilnya si Rasyid. Bayangin coba di bandara gak ada yang kenal, kaga megang apa-apa, hp ilang temen kagak adee -__-
Setelah banyak menit akhirnya nyampe juga si Lion, dan ane buru-buru nyamperin si Rasyid biar ntar gak susah lagi nyarinya.
Setelah naik mobil, kami pergi ke tempat belanja sebentar terus lanjut deh ke kota Manna,, kami berangkat sekitar pukul 16:00 alhasil kamipun harus berbuka di dalam perjalanan. Kami baru sampai di kota Manna pukul 19:00 dan langsung pergi kerumah ane, sebenarnya sih rumah orang tua ane,, hehhehe :D

Dan pagi ini, ane menyempatkan diri untuk keliling kota Manna menggunakan motor Soul warna merah punya nyopak, lumayanlah ada berbagai peningkatan,, udah banyak jalan yang dua jalur, tugu di Rukis dan di dekat Taman yang ada anak Monas yang warnanya perak :D
Ane bersyukur banget bisa kembali ke kota Manna, yang biasa dikenal dengan nama Kota Kenangan.